<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk lingkar studi profetika</title>
	<atom:link href="http://lsprofetika.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lsprofetika.wordpress.com</link>
	<description>kajian sosial agama untuk transformasi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Feb 2009 21:46:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Berhala-berhala Baru; Refleksi Makna 1 Syawal 1426H oleh lsprofetika</title>
		<link>http://lsprofetika.wordpress.com/2008/02/05/berhala-berhala-baru-refleksi-makna-1-syawal-1426h/#comment-3</link>
		<dc:creator>lsprofetika</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 21:46:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lsprofetika.wordpress.com/?p=5#comment-3</guid>
		<description>terima kasih atas komentarnya. 

konteksnya bukan pada &quot;berhala&quot; sama dengan &quot;syirik&quot;, namun dalam konteks kehidupan keberagamaan umat Islam seyogyanya tidak sebatas pada motif-motif material (bagi saya surga-neraka termasuk dalam motif material itu). namun sampai pada motif kasunyatan diri atau sadar akan sangkan paraning dumadi.

dulu saya pernah ditanya oleh seorang teman, kebetulan beliau seorang habib, &quot;kalau bertemu Tuhan, apa yang akan kamu pinta?&quot; sekonyong-konyong saya jawab, &quot;kalau bertemu, saya ingin tanya kepada Tuhan, sejatinya mengapa Engkau ciptakan dunia dan isinya dengan berbagai ubo-rampenya?&quot; 

entah mengapa saat itu saya tidak menjawab surga--tentu saja bukan dalam rangka mengecilkan makna surga. namun menurut saya ada &quot;yang lebih&quot; daripada sekedar surga. lha wong surga itu kan makhluk.  saya, juga makhluk. 

(mungkin) saat Tuhan singkapkan skenario tentang penciptaan dunia beserta isinya, mungkin kita akan tersenyum simpul sembari melongo berkata, &quot;oh ... ternyata seperti itu ya ...&quot; karena surga-neraka masuk dalam skenario itu, akhirnya kita juga bisa berkata &quot;oh ... ternyata seperti itu ya ... maksud adanya surga-neraka&quot;.

&quot;kesimpulan Anda bahwa kalau orang beribadah mengharap surga dan terhindar dari neraka termasuk syirik perlu didukung dalil syar’i&quot; saya menggunakan term &quot;berhala&quot; bukan &quot;syirik&quot; yang dalam bahasa inggris dikenali sebagai &quot;idol&quot;. yang saya maksudkan sebagai &quot;pusat ketertarikan&quot; atau &quot;sesuatu yang dituju&quot;. dan untuk sampai pada kesimpulan tulisan di atas, perlu kiranya dibaca sub-judul &quot;missing step&quot;, yakni dimana saya ilustrasikan bahwa keberagamaan kita seyogayanya meningkat, misal dari level taqlidi, ittiba&#039;i sampai ijtihadiy. atau dalam konteks lain, dari syari&#039;at, thoriqot, sampai ma&#039;rifat. tidak jumud hanya pada level itu-itu saja dari dulu sampai sekarang.

demikian tanggapan saya. 

PS: oh iya, sebagian besar tulisan-tulisan di situs ini lebih menggunakan pendekatan sosio-historis. karena sebagian besar tema yang diangkat lebih banyak dalam konteks sosial-agama, yakni praktik keberagamaan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih atas komentarnya. </p>
<p>konteksnya bukan pada &#8220;berhala&#8221; sama dengan &#8220;syirik&#8221;, namun dalam konteks kehidupan keberagamaan umat Islam seyogyanya tidak sebatas pada motif-motif material (bagi saya surga-neraka termasuk dalam motif material itu). namun sampai pada motif kasunyatan diri atau sadar akan sangkan paraning dumadi.</p>
<p>dulu saya pernah ditanya oleh seorang teman, kebetulan beliau seorang habib, &#8220;kalau bertemu Tuhan, apa yang akan kamu pinta?&#8221; sekonyong-konyong saya jawab, &#8220;kalau bertemu, saya ingin tanya kepada Tuhan, sejatinya mengapa Engkau ciptakan dunia dan isinya dengan berbagai ubo-rampenya?&#8221; </p>
<p>entah mengapa saat itu saya tidak menjawab surga&#8211;tentu saja bukan dalam rangka mengecilkan makna surga. namun menurut saya ada &#8220;yang lebih&#8221; daripada sekedar surga. lha wong surga itu kan makhluk.  saya, juga makhluk. </p>
<p>(mungkin) saat Tuhan singkapkan skenario tentang penciptaan dunia beserta isinya, mungkin kita akan tersenyum simpul sembari melongo berkata, &#8220;oh &#8230; ternyata seperti itu ya &#8230;&#8221; karena surga-neraka masuk dalam skenario itu, akhirnya kita juga bisa berkata &#8220;oh &#8230; ternyata seperti itu ya &#8230; maksud adanya surga-neraka&#8221;.</p>
<p>&#8220;kesimpulan Anda bahwa kalau orang beribadah mengharap surga dan terhindar dari neraka termasuk syirik perlu didukung dalil syar’i&#8221; saya menggunakan term &#8220;berhala&#8221; bukan &#8220;syirik&#8221; yang dalam bahasa inggris dikenali sebagai &#8220;idol&#8221;. yang saya maksudkan sebagai &#8220;pusat ketertarikan&#8221; atau &#8220;sesuatu yang dituju&#8221;. dan untuk sampai pada kesimpulan tulisan di atas, perlu kiranya dibaca sub-judul &#8220;missing step&#8221;, yakni dimana saya ilustrasikan bahwa keberagamaan kita seyogayanya meningkat, misal dari level taqlidi, ittiba&#8217;i sampai ijtihadiy. atau dalam konteks lain, dari syari&#8217;at, thoriqot, sampai ma&#8217;rifat. tidak jumud hanya pada level itu-itu saja dari dulu sampai sekarang.</p>
<p>demikian tanggapan saya. </p>
<p>PS: oh iya, sebagian besar tulisan-tulisan di situs ini lebih menggunakan pendekatan sosio-historis. karena sebagian besar tema yang diangkat lebih banyak dalam konteks sosial-agama, yakni praktik keberagamaan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Berhala-berhala Baru; Refleksi Makna 1 Syawal 1426H oleh abu nakhla</title>
		<link>http://lsprofetika.wordpress.com/2008/02/05/berhala-berhala-baru-refleksi-makna-1-syawal-1426h/#comment-2</link>
		<dc:creator>abu nakhla</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 07:18:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lsprofetika.wordpress.com/?p=5#comment-2</guid>
		<description>Apakah Anda berani menyatakan Rasulullah menyembah berhala surga dan neraka ? lihatlahlah doa-doa beliau yang warid dalam kitab shahih. bukankah beliau memohon surga dan berlindung dari neraka ? misal doa beliau : Allohumma inni as alukal jannata wa a&#039;udzubika minannar.itulah junjungan dan panutan kita uswah hasanah. kesimpulan Anda bahwa kalau orang beribadah mengharap surga dan terhindar dari neraka termasuk syirik perlu didukung dalil syar&#039;i. jangan ngacau ah, bikin malu aja. Wong Allah sendiri yang memerintahkan memohon surga, kok anda perlu repot. memang anda gak butuh surga?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Anda berani menyatakan Rasulullah menyembah berhala surga dan neraka ? lihatlahlah doa-doa beliau yang warid dalam kitab shahih. bukankah beliau memohon surga dan berlindung dari neraka ? misal doa beliau : Allohumma inni as alukal jannata wa a&#8217;udzubika minannar.itulah junjungan dan panutan kita uswah hasanah. kesimpulan Anda bahwa kalau orang beribadah mengharap surga dan terhindar dari neraka termasuk syirik perlu didukung dalil syar&#8217;i. jangan ngacau ah, bikin malu aja. Wong Allah sendiri yang memerintahkan memohon surga, kok anda perlu repot. memang anda gak butuh surga?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
